Keluh

April 2, 2008

mpj032119700001.jpgHidup di kota besar semacam Jakarta atau Bandung membutuhkan kekuatan iman dan kekuatan mental. Macet di perjalanan dalam waktu-waktu tertentu adalah suatu permasalahan yang kadangkala sering kita hadapi. Tak heran bila untuk sebuah perjalanan, kalau kita tidak memakai strategi yang bagus, tidak memakai perencanaan yang matang, maka kemacetan akan benar-benar mencuri waktu begitu lama. Terkadang bisa berjam-jam di jalan. Kalau saja tidak berusaha untuk bening hati, sepertinya sepanjang jalan yang terjadi hanya dongkol dan marah-marah. “Aduh , kapan sampainya! Aduh, kok ini lama banget! Aduh, kok macet terus!” Mungkin ungkapannya seperti itu. Aduh dan aduh.

 

Baca entri selengkapnya »


Cinta Sejati menurut Islam

Maret 18, 2008

see_feel_think_do_small.jpg

Cinta Sejati menurut Islam:

1.     Tidak rela yang dicintai menderita

2.     Rela berkorban apapun demi yang dicintai

3.     Memenuhi segala keinginan dari yang dicintai

4.     Tidak pernah memaksakan kehendak kepada yang dicintai

5.     Berlaku sepanjang masa

Cinta tersebut hanya ada antara Khalik dan Makhluk, cinta antara makhluk harus ditambah syarat-syarat berikut:

6.     Cintanya tersebut karena Alloh S. W. T.

7.     Harus memenuhi segala aturan yang dibuat oleh Alloh S. W. T.

8.     Sex bukanlah cinta dan cinta bukanlah sex, tetapi sex adalah bunga-bunga dari cinta dan hanya ada dalam pernikahan dan hanya dengan yang dinikahi

9.     Cinta bukan uang atau harta atau duniawi, tetapi cinta membutuhkan uang, harta dan duniawi.


Bersandar Hanya Kepada Allah

November 29, 2007

Tiada keberuntungan yang sangat besar dalam hidup ini, kecuali orang yang tidak memiliki sandaran, selain bersandar kepada Allah. Dengan meyakini bahwa memang Allah-lah yang menguasai segala-galanya; mutlak, tidak ada satu celah pun yang luput dari kekuasaan Allah, tidak ada satu noktah sekecil apapun yang luput dari genggaman Allah. Total, sempurna, segala-galanya Allah yang membuat, Allah yang mengurus, Allah yang menguasai.

Adapun kita, manusia, diberi kebebasan untuk memilih, “Faalhamaha fujuraha wataqwaaha”, “Dan sudah diilhamkan di hati manusia untuk memilih mana kebaikan dan mana keburukan”. Potensi baik dan potensi buruk telah diberikan, kita tinggal memilih mana yang akan kita kembangkan dalam hidup ini. Oleh karena itu, jangan salahkan siapapun andaikata kita termasuk berkelakuan buruk dan terpuruk, kecuali dirinyalah yang memilih menjadi buruk, naudzubillah.

Baca entri selengkapnya »


Mati menurut Woody Allen

September 25, 2007

 

woody allen lupa minum panadol

Pernah mikirin dan takut gak kalau suatu saat orangtua kita bisa meninggal? Kadang gue ngerasa pengen mati muda, you know, biar gue gak usah ngeliat mereka -semua orang yang gue sayangin- meninggal.

Ya, kematian ngebuat gue ngerasa gak nyaman. Adeknya salah satu temen gue meninggal kemaren. Dia masih duduk di bangku SD. You see, hal-hal mengejutkan seperti ini ngebuat gue ngerasa bahwa semua yang kita punya sekarang ini bisa aja diambil. Seolah-olah benang yang nyambungin idup kita bisa dipotong begitu aja. Lalu ilang. Gak ada lagi. Nothing matters.

Secara kebetulan, sewaktu membuka email kemaren, seorang teman gue lulusan Filsafat UGM, Adi Baskoro, mengirimkan email berisi essai yang membedah buku Radikus Makankakus secara filosofis. Dalam esainya, dia membedah tulisan gue tentang kematian dan hidup dalam buku Radikus Makankakus. Ini cuplikannya:

“Kisah Radith semasa SMA mengandung pertanyaan klasik mendasar tentang apa itu hidup [Arti Hidup? , Radikus Makankakus halaman 87].Yakni ketika ketika Radith presentasi pada pelajaran Biologi soal asal usul kehidupan. Walaupun berujung tak terjawab, kisah Radith semasa SMA cukup mengusik ketenangan kita. Juga soal meninggalnya Bu Irfah dan keluarganya secara tak disangka-sangka. Kisah ini cukup untuk membuat kita hening sejenak dan melupakan tawa. Mengakui adanya peristiwa kematian adalah mengakui konsekuensi dari eksistensi, seperti kata Martin Heidegger, seorang filsuf Jerman.”

Baca entri selengkapnya »


CINTA SEORANG IBU

Agustus 6, 2007

Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita yang masih muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi pendorong dan bualan orang disekitarnya. Maklumlah, ia memang seorang penyair dua zaman, maka tidak kurang pula bercakap dalam bentuk syair. Al-Khansa bin Amru, demikianlah nama wanita itu. Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang Arab. Dia pernah bersyair mengenang kematian saudaranya yang bernama Sakhr :

“Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang. Aku pula masih teringatkan dia setiap mega hilang dii ufuk barat Kalaulah tidak kerana terlalu ramai orang menangis di sampingku ke atas mayat-mayat mereka, nescaya aku bunuh diriku.”
Setelah Khansa memeluk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakan untuk menyemarakkan semangat para pejuang Islam. Ia mempunyai empat orang putera yang kesemuanya diajar ilmu bersyair dna dididik berjuang dengan berani. Kemudian puteranya itu telah diserahkan untuk berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam. Khansa telah mengajar anaknya sejak kecil lagi agar jangan takut menghadapi peperangan dan cabaran.

Pada tahun 14 Hijrah, Khalifah Umar Ibnul Khattab menyediakan satu pasukan tempur untuk menentang Farsi. Semua Islam dari berbagai kabilah telah dikerahkan untuk menuju ke medan perang, maka terkumpullah seramai 41,000 orang tentera. Khansa telah mengerahkan keempat-empat puteranya agar ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu. Khansa sendiri juga ikut ke medan perang dalam kumpulan pasukan wanita yang bertugas merawat dan menaikkan semangat pejuan tentera Islam. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.